Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa ada perbedaan efektivitas obat pada kelompok orang yang diberikan informasi positif dan negatif. Kelompok pertama melaporkan rasa sakit mereka 30 persen lebih cepat berkurang saat diberi informasi positif dibandingkan kelompok lainnya, bahkan meski obat yang diberikan hanyalah plasebo.
Peneliti senior Ted Kaptchuk mengatakan, status mental dapat dipengaruhi oleh status kesehatan, begitu pula sebaliknya. "Dengan kata lain, apa yang dikatakan padamu tidak hanya memengaruhi otakmu, tetapi juga tubuhmu," ujarnya.
Kendati demikian, Kaptchuk menegaskan agar tidak mengganti fungsi obat dengan senyuman. Bagaimanapun, tingkat kesembuhan pasien lebih tinggi dengan obat daripada dengan plasebo.
Studi dari University of Pittsburgh tersebut menemukan, dibandingkan dengan mereka yang selalu berpikir positif, orang yang pesimistis cenderung memiliki tekanan darah dan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi sehingga risiko kematian prematur pun meningkat.
Studi lainnya yang berasal dari Inggris melaporkan, atlet yang optimistis cenderung memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami cedera. Ini karena mereka lebih mudah bangkit jika mereka disakiti.
Senyum
Sebuah studi dari University of Kansas menemukan, para peserta yang lebih banyak tersenyum, terlepas dari perasaan mereka yang sebenarnya bahagia atau tidak, melaporkan memiliki laju jantung yang stresnya lebih rendah. Para peneliti mengatakan, otot wajah tertentu dapat mengirim pesan pada otak bahwa Anda bahagia saat tersenyum.
Untuk memperbaiki mood, para peneliti dari Southern Methodist University menyarankan untuk menulis hal-hal baik yang dialami dalam suatu hari. "Orang yang melakukan ini melaporkan mood yang lebih baik sehingga menambah manfaat kesehatan mereka. Terbukti dari kunjungan ke RS tiga bulan berikutnya, hasilnya lebih baik dari sebelumnya," ujar mereka.
Satu Lagi Tumbuhan yang Dipercaya Bisa Atasi Diabetes, Okra
Sabtu, 01/02/2014 13:04 WIB

Jakarta, Sebagai penyakit yang hampir mustahil disembuhkan, diabetes menjadi momok bagi banyak orang. Untungnya banyak bahan alami yang dipercaya dapat meringankan atau mengendalikan gula darah diabetesi. Salah satu tumbuhan yang dipercaya dapat meringankan diabetes tersebut adalah okra.
Tanaman yang dikenal dengan sebutan Lady's finger ini banyak ditemui di India dan Malaysia. Tumbuhan dengan nama Ablemoschus esculentus ini memiliki bentuk yang panjang dengan ujung yang mengerucut. Di Inggris dan India, sayuran ini dipercaya dapat mengendalikan penyakit diabetes.
Dengan pengobatan diabetes alami seperti okra, Anda tak lagi harus melakukan suntikan insulin atau menenggak banyak obat-obatan. Mengapa okra baik dikonsumsi para penderita diabetes?
Dilansir Boldsky dan ditulis pada Sabtu (1/2/2014), inilah beberapa manfaat yang dimiliki okra.
1. Memiliki indeks glikemik rendah
Pasien diabetes disarankan untuk mengonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik (IG) rendah. Sebagai patokan tertinggi, gula memiliki IG 100. Menurut standar medis, okra memiliki IG tergolong rendah yakni 20.
Seperti yang telah diketahui, kadar gula darah yang terus menerus tinggi dapat memberikan efek buruk untuk ginjal. Manfaat kesehatan yang didapat dari okra termasuk menghindarkan tubuh dari penyakit ginjal. Jika Anda menderita diabetes, mengonsumsi okra dapat mengendalikan kadar gula sekaligus menyehatkan ginjal Anda
2. Melawan penyakit ginjal
Salah satu hal yang perlu diwaspadai setelah didiagnosis terkena diabetes tipe 2 adalah ancaman kerusakan ginjal. Pasalnya kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes dapat merusak ginjal. Untungnya okra memiliki manfaat mencegah penyakit ginjal sekaligus mengendalikan gula darah. Dengan mengonsumsi okra, diabetesi mendapat manfaat tambahan berupa ginjal yang lebih sehat.
3. Sumber serat larut
Serat larut sangat baik untuk penderita diabetes karena memainkan peranan penting dalam pencernaan karbohidrat. Okra yang kaya akan serat larut dapat memperlambat proses pencernaan sehingga mengurangi efek karbohidrat dalam menaikkan gula darah.
Bagaimana cara mengolah okra untuk mengobati diabetes? Inilah langkah yang harus dilakukan untuk mengolah okra sebagai obat diabetes. Fakta penting yang harus diketahui, okra mentah lebih ampuh menurunkan gula darah dibanding dengan okra yang sudah masak.
1. Ambil dua buah okra dan potong bagian ujung-ujungnya. Getah putih yang lengket akan keluar dari ujung-ujung okra. Jangan bersihkan getah itu karena getah itulah yang berfungsi mengendalikan gula darah.
2. Masukkan potongan-potongan okra ke dalam gelas berisi air sebelum tidur lantas biarkan rendaman itu. Jangan lupa untuk menutupi gelas berisi air okra dengan tatakan atau piring.
3. Keesokan harinya, singkirkan potongan okra dari gelas dan minumlah airnya. Cara ini dipercaya dapat mengurangi kadar gula darah. Untuk hasil yang lebih baik, terapi ini harus dilakukan secara rutin setiap hari.
Salah satu hal yang perlu diwaspadai setelah didiagnosis terkena diabetes tipe 2 adalah ancaman kerusakan ginjal. Pasalnya kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes dapat merusak ginjal. Untungnya okra memiliki manfaat mencegah penyakit ginjal sekaligus mengendalikan gula darah. Dengan mengonsumsi okra, diabetesi mendapat manfaat tambahan berupa ginjal yang lebih sehat.
3. Sumber serat larut
Serat larut sangat baik untuk penderita diabetes karena memainkan peranan penting dalam pencernaan karbohidrat. Okra yang kaya akan serat larut dapat memperlambat proses pencernaan sehingga mengurangi efek karbohidrat dalam menaikkan gula darah.
Bagaimana cara mengolah okra untuk mengobati diabetes? Inilah langkah yang harus dilakukan untuk mengolah okra sebagai obat diabetes. Fakta penting yang harus diketahui, okra mentah lebih ampuh menurunkan gula darah dibanding dengan okra yang sudah masak.
1. Ambil dua buah okra dan potong bagian ujung-ujungnya. Getah putih yang lengket akan keluar dari ujung-ujung okra. Jangan bersihkan getah itu karena getah itulah yang berfungsi mengendalikan gula darah.
2. Masukkan potongan-potongan okra ke dalam gelas berisi air sebelum tidur lantas biarkan rendaman itu. Jangan lupa untuk menutupi gelas berisi air okra dengan tatakan atau piring.
3. Keesokan harinya, singkirkan potongan okra dari gelas dan minumlah airnya. Cara ini dipercaya dapat mengurangi kadar gula darah. Untuk hasil yang lebih baik, terapi ini harus dilakukan secara rutin setiap hari.
Peneliti Menduga Konsumsi Alkohol Bisa Bikin Kanker Kulit
Jumat, 31/01/2014 12:01 WIB
Jakarta, Ilmuwan percaya terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat mengakibatkan munculnya serangkaian reaksi dalam tubuh yang membuat kulit rentan terkena kanker. Hal ini dikemukakan tim peneliti asal Italia baru-baru ini.
Bagaimana bisa? Menurut peneliti, sesaat setelah masuk ke dalam tubuh, ethanol dalam alkohol akan segera diubah menjadi acetaldehyde dan senyawa inilah yang membuat kulit jadi lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya.
Temuan mereka ini didasarkan pada review terhadap 16 studi berbeda yang melibatkan ribuan partisipan yang mengonsumsi alkohol lebih dari satu gelas dalam sehari meningkatkan risiko kanker kulit hingga seperlima.
Risiko ini proporsional dengan asupan alkoholnya, jadi bagi mereka yang mengonsumsi 50 gram ethanol dalam sehari (setara dengan beberapa jenis bir beralkohol tinggi) berisiko 55 persen lebih tinggi untuk terserang jenis kanker kulit paling mematikan yaitu melanoma, dibandingkan dengan peminum biasa atau orang-orang yang tak suka minum alkohol.
"Setahu kami paparan radiasi UV dapat mengubah imunokompetensi tubuh orang yang mengonsumsi alkohol. Imunokompetensi adalah kemampuan tubuh untuk memproduksi respons imun normal," terang salah satu peneliti Dr Eva Negri dari University of Milan seperti dilansir BBC, Jumat (31/1/2014).
Perubahan ini, lanjut Dr Negri, yang nantinya akan mengarah pada kerusakan sel yang lebih besar dan pada akhirnya menyebabkan terbentuknya kanker kulit.
"Studi ini tujuannya untuk mengetahui seberapa besar risiko melanoma yang diperoleh seseorang terkait dengan asupan alkohol mereka. Dengan begitu orang-orang dapat mengantisipasi hal itu," imbuhnya.
.Bagaimana bisa? Menurut peneliti, sesaat setelah masuk ke dalam tubuh, ethanol dalam alkohol akan segera diubah menjadi acetaldehyde dan senyawa inilah yang membuat kulit jadi lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya.
Temuan mereka ini didasarkan pada review terhadap 16 studi berbeda yang melibatkan ribuan partisipan yang mengonsumsi alkohol lebih dari satu gelas dalam sehari meningkatkan risiko kanker kulit hingga seperlima.
Risiko ini proporsional dengan asupan alkoholnya, jadi bagi mereka yang mengonsumsi 50 gram ethanol dalam sehari (setara dengan beberapa jenis bir beralkohol tinggi) berisiko 55 persen lebih tinggi untuk terserang jenis kanker kulit paling mematikan yaitu melanoma, dibandingkan dengan peminum biasa atau orang-orang yang tak suka minum alkohol.
"Setahu kami paparan radiasi UV dapat mengubah imunokompetensi tubuh orang yang mengonsumsi alkohol. Imunokompetensi adalah kemampuan tubuh untuk memproduksi respons imun normal," terang salah satu peneliti Dr Eva Negri dari University of Milan seperti dilansir BBC, Jumat (31/1/2014).
Perubahan ini, lanjut Dr Negri, yang nantinya akan mengarah pada kerusakan sel yang lebih besar dan pada akhirnya menyebabkan terbentuknya kanker kulit.
"Studi ini tujuannya untuk mengetahui seberapa besar risiko melanoma yang diperoleh seseorang terkait dengan asupan alkohol mereka. Dengan begitu orang-orang dapat mengantisipasi hal itu," imbuhnya.
Cara Menyembuhkan Panu Secara Alami
Penyakit panu sangat mengganggu penampilan. Bercak putih panu juga kerap menimbulkan gatal. Penyakit ini muncul akibat tumbuhnya jamur kulit. Pada tubuh yang terlalu lembab dan tidak bersih, jamur panu dengan mudah akan tumbuh. Pemilik kulit sensitif yang memiliki panu, lebih mudah untuk mengalami penyebaran jamur akibat garukan saat gatal.
Obat panu sangat beragam. Bila menginginkan mengobati panu dengan cara yang alami, beberapa bahan ini bisa membantu menyembuhkan:
- Bawang putih. Rempah ini memiliki sifat antijamur sekaligus antibakteri. Cara pakainya mudah. Siapkan satu siung bawang putih lalu usapkan cairannya ke kulit yang ditumbuhi panu. Gunakan cara ini dua kali dalam sehari. Pemakaian yang teratur dapat menyembuhkan panu.
- Belimbing. Buah yang punya rasa masam dan manis ini kaya dengan vitamin C. Air belimbing efektif pula untuk menyingkirkan panu. Cara pakainya, campur belimbing tumbuh dengan kapur sirih, lalu oleskan di kulit berpanu. Gunakan dua kali sehari sampai panu hilang dan sembuh.
- Lengkuas. Bumbu dapur ini memiliki kandungan air yang bersifat antijamur. Untuk mengobati panu, ambil lengkuas secukupnya lalu oleskan airnya pada panu. Gunakan secara rutin hingga penyakit kulit tersebut sembuh total.
- Belerang. Memasukan belerang dengan jeruk nipis akan menyembuhkan panu. Tumbuk belerang secukupnya dan tambahkan beberapa tetes air jeruk nipis. Terapkan pada kulit yang memiliki panu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar