Kasihan, 27 Ribu Anak di Banten Tak Bersekolah
Posted: 22/11/2013 23:19
Anak-anak usia sekolah tersebut, kata dia, berumur antara 7-11 tahun, dan seharusnya sedang mengenyam pendidikan pada sekolah dasar (SD). Mengenai penyebaran anak yang tidak sekolah tersebut, menurut dia, terdapat di delapan kabupaten/kota di Banten, namun yang terbanyak di Kabupaten Tangerang.
Ia juga menyatakan, anak-anak tersebut tidak bersekolah bukan karena faktor ekonomi, tapi lebih disebabkan karena budaya. "Para orangtua kita sampaikan kalau masalah biaya tidak perlu dipikirkan karena banyak bantuan dari pemerintah sehingga anaknya bersekolah tidak perlu bayar," katanya.
Untuk mewujudkan pengentasan tuna aksara pada 2017, kata dia, Pemprov Banten telah dan sedang melakukan berbagai upaya, di antaranya berkerja sama dengan kalangan perguruan tinggi, kelompok pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).
Terkait bentuk kerja sama dengan perguruan tinggi, menurut dia melalui kuliah kerja lapangan para mahasiswa. "Setiap ada kegiatan kuliah kerja lapangan kita minta para mahasiswa untuk menangani warga penderita tuna aksara 4-5 orang sehingga bisa baca, tulis dan berhitung," katanya. (Ant/Ado)
Wamendikbud Beber Sumber Dana Kurikulum 2014
Oleh Muhammad Ali
Posted: 13/11/2013 20:51

Liputan6.com, Jakarta : Pembiayaan kurikulum baru mulai tahun ajaran 2014 akan didanai melalui 3 sumber. Yakni Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pusat, bantuan operasional sekolah, dan dana alokasi khusus (DAK).
"Pos-pos anggaran itu akan difokuskan untuk penggandaan buku dan pelatihan guru," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim di Jakarta, Senin (13/11/2013).
Musliar mengatakan, kementerian akan mengeluarkan surat edaran terkait pembiayaan Kurikulum 2013. Ke depan, pelaksanaan pembiayaan Kurikulum 2013 tak hanya dari DIPA pusat seperti saat ini.
"Semester 1 tahun depan bulan Juli digunakan dana BOS, sedangkan dana DAK digunakan untuk semester 2 mulai Januari," jelas dia.
Untuk penggandaan buku, kata Musliar, akan menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan sebagian dari DAK. "Kalau BOS kurang akan ditransfer dari pusat dari DIPA untuk tambahan BOS Buku".
Musliar menyebutkan dana BOS SD dan SMP sebanyak Rp 580 ribu dan Rp 710 ribu, jika digunakan membeli buku mencapai Rp 70 ribu. Sedangkan BOS SMA cukup besar yaitu Rp 1 juta.
"Kami transfer lebih kurang Rp 800 miliar untuk beli buku khusus buku SD dan SMP, yang bosnya kecil. Tetapi kalau SMA kan BOS-nya besar," tuturnya.
Sementara, lanjut Musliar, untuk pelatihan guru, sebagian besar akan menggunakan dana dari DIPA pusat. Namun daerah juga diharapkan berpartisipasi.
Dia mencontohkan, di Provinsi Jawa Timur biaya pelatihan guru 50 persen ditanggung pemerintah pusat, 30 persen pemerintah provinsi, dan 20 persen ditanggung pemerintah kabupaten atau kota.
"Banyak daerah-daerah di tahun ini saja melaksanakan sendiri tanpa diminta, tapi dalam edaran ini betul-betul kami minta dan kami arahkan bahwa buku diadakan melalui tiga sumber tadi," ucapnya.
Ia menambahkan, saat ini sebagian kabupaten kota telah menerapkan kurikulum 2013 secara mandiri dari segi biaya pelatihan guru maupun pengadaan buku. "Semuanya hampir 800 sekolah menerapkan mandiri," tukas Musliar. (Ant/Ali)
Liputan6.com, Jakarta : Dari sekitar 1.708 sekolah di Jakarta, setidaknya terdapat 112 sekolah yang memerlukan rehabilitasi atau perbaikan total. Sementara, ada 309 yang direhabilitasi berat, dan 82 gedung direhabilitasi sedang.
Sekitar 30% Gedung Sekolah di Jakarta Tak Layak Pakai
Oleh Andi Muttya Keteng
Posted: 01/11/2013 14:47

Liputan6.com, Jakarta : Dari sekitar 1.708 sekolah di Jakarta, setidaknya terdapat 112 sekolah yang memerlukan rehabilitasi atau perbaikan total. Sementara, ada 309 yang direhabilitasi berat, dan 82 gedung direhabilitasi sedang.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengungkapkan, total bangunan sekolah yang tidak layak adalah 503 gedung. Sementara 885 sekolah berada dalam kondisi baik.
Itu mencakup bangunan SD, SMP, SMA, dan SMK. "Dari 503 sekolah yang tidak layak, paling banyak gedung SD," ujar Taufik di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (1/11/2013).
Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah sekolah dasar yang dalam kondisi tidak layak. Hanya, ia memastikan bangunan SD tersebut usianya sudah mencapai 10 tahun lebih. Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan renovasi mulai awal 2014 dengan anggaran belanja langsung untuk penggunaan sarana prasarana yang diambil dari anggaran APBD sebesar Rp 6,72 triliun.
"Mekanisme renovasi, untuk renovasi total, kewenangan ada di Dinas Pendidikan. Kedua, untuk rehab berat dan ringan diserahkan pada Suku Dinas di tiap wilayah," katanya.
Sepanjang 2013, lanjut Taufik, Dinas Pendidikan telah menghabiskan anggaran Rp 358.275.746.662 untuk renovasi total gedung sekolah.
"Renovasi total kita perhitungkan berdasarkan kebutuhan akan kelas dalam waktu panjang. Kita perhitungkan, sekolah yang direhab total tidak perlu direhab lagi dalam kurun waktu 20 tahun ke depan. Tinggal pemeliharaan saja," kata Taufik. (Yus/Mut)
Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Siswi SD Ciracas oleh Gurunya
Oleh Letysia Searamita
Posted: 01/11/2013 00:23

Kombes Pol Rikwanto. (Liputan6.com/Andrian Martinus)
Liputan6.com, Jakarta : Siswi kelas VI SD di Ciracas, Jakarta Timur, berinisal A diduga menjadi korban pelecehan oleh gurunya. Meski begitu, kepolisian menyatakan sampai saat ini belum ada laporan yang masuk mengenai dugaan tersebut."Belum membuat laporan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, Kamis (31/10/2013).
Namun demikian, polisi tidak tinggal diam. Menurut Rikwanto, polisi malam ini juga langsung bergerak mendatangi rumah keluarga A. "Saat ini polisi sedang jemput bola," tutur Rikwanto.
Akan tetapi pengakuan Rikwanto berbeda dengan apa yang dikatakan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar (AKBP) Pol M Saleh. Menurut Saleh, tidak ada anggota polisi yang menjemput bola. "Tidak ada anggota yang bergerak," katanya.
Akan tetapi pengakuan Rikwanto berbeda dengan apa yang dikatakan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar (AKBP) Pol M Saleh. Menurut Saleh, tidak ada anggota polisi yang menjemput bola. "Tidak ada anggota yang bergerak," katanya.
Menurut Saleh, Kapolsek Ciracas telah mendatangi sekolah tempat A belajar. Setelah dicek, polisi tidak mendapat keterangan adanya kasus pencabulan itu. "Kalau kemarin Kapolsek turun, ketemu dengan kepala sekolah, dari hasil kesaksian tidak ada tanda-tanda pelecehan," tutur Saleh. (Eks)
4 Pelajar Indonesia Raih Medali Olimpiade Kimia di Rusia
Oleh Ismoko Widjaya
Posted: 26/07/2013 11:01

Liputan6.com, Jakarta : Di tengah maraknya aksi tawuran pelajar, ternyata masih ada prestasi membanggakan dari pelajar Indonesia. 4 Pelajar Indonesia meraih medali dalam ajang Olimpiade Kimia 45th International Chemistry Olimpiad (IChO) di Moskwa, Rusia pada 15-24 Juli lalu. Para pelajar Indonesia meraih prestasi 3 medali perak dan 1 perunggu.
Seperti dilansir situs resmi Sekretariat Kabinet, Jumat (26/7/2013), Kompetisi yang digelar di Moscow State University ini diikuti oleh 291 siswa/siswi dari 73 negara. Partisipasi Indonesia dalam olimpiade ini merupakan yang ke-16 kalinya.
Siswa yang menjadi Duta Indonesia di 45th IChO masing-masing telah mempersembahkan 3 medali perak dan 1 perunggu. Berikut hasilnya:
1. Ryan Bagus Fitradi, SMAN 81 Jakarta, Nilai 61,28
2. Ivan Kurniawan, SMAN 1 Purwokerto , Nilai 60,22
3. Putu Ivan Budi Gunawan, SMAN 4 Denpasar, Bali, Nilai 59,91
4. Jason Mahadika Nathanael, SMAK Penabur, Gading Serpong, Nilai 50,25
2. Ivan Kurniawan, SMAN 1 Purwokerto , Nilai 60,22
3. Putu Ivan Budi Gunawan, SMAN 4 Denpasar, Bali, Nilai 59,91
4. Jason Mahadika Nathanael, SMAK Penabur, Gading Serpong, Nilai 50,25
The 45th International Chemistry Olympiad merupakan kompetisi kimia tahunan tingkat dunia yang diikuti siswa SMA terbaik dari setiap negara peserta. Dalam kompetisi ini, setiap siswa menghadapi ujian tertulis kemampuan teori pengetahuan kimia dan keterampilan praktik masing-masing selama 5 jam.
Soal-soal kimia yang disajikan oleh tuan rumah khas dengan tradisi Rusia yang sangat pelik, unik dan rumit, serta memerlukan imaginasi berbasis pengetahuan kimia yang cukup dalam. Dalam soal eksperimen, selain membutuhkan ketrampilan dan kesabaran, diperlukan juga strategi yang tepat dalam pengaturan langkah dan waktu.
Menurut mentor tim Indonesia, Riwandi Sihombing PhD, ujian praktik kali ini dengan 3 percobaan masing-masing mengenai analisis kesadahan dan kualitas air, sintesa fenil hidrazon serta penentuan sifat hidrolisis dan berat molekul polimer. Dalam melakukannya kali ini sangat diperlukan keterampilan dan ketelitian yang cermat, serta manajemen waktu yang tepat.
"Dalam soal teori yang terdiri dari 8 soal esay, untuk menyelesaikannya bukan hanya memerlukan penguasaan teori yang sudah dalam dan spesifik bidang ilmu kimia, tetapi juga memerlukan pemikiran di luar pengetahuan kimia yang telah dipelajari (outside box)," kata Riwandi.
Walaupun demikian, dalam menjalani ujian praktik dan teori, siswa Indonesia telah berusaha keras dan maksimal untuk dapat menyelesaikannya. Sehingga pencapaian dengan 3 medali perak dan 1 perunggu untuk siswa yang ikut serta, adalah usaha yang sudah sangat dilakukan dengan kapasitas yang maksimal. (Ism/Mut)







